Showing posts with label objekwisatadieng. Show all posts
Showing posts with label objekwisatadieng. Show all posts

Monday, November 3, 2014

[JOGJA] TELAGA WARNA

Berlanjut lagi dari Kawah Sikidang, menuju ke Telaga Warna. Telaga warna juga salah satu objek wisata wajib jika pergi ke daerah dieng. Namanya diberikan berdasarkan warna air ditelaga yang suka berubah-ubah, kadar air sulfur yang tinggi ditambah dengan pantulan matahari membuat warnanya menjadi hijau, kuning, atau berwarna warni seperti pelangi.

Harga tiket masuknya untuk turis lokal IDR 5000 (weekday) / IDR 7500 (weekend). Ketika datang disini, kurang lebih baru jam 8 pagi, jadi objek wisatapun baru buka dan ketika masuk sudah disambut dengan sinar matahari diantara pepohonan dan melihat langsung telaganya memang tidak warna warni seperti dibayangkan tapi kabut embun diatas permukaan air buat telaganya terliat indah nan misterius.

Jalan lurus dari telaga sebenarnya masih banyak objek goa-goa yang biasa digunakan oleh masyarakat lokal untuk bertapa tapi berhubung kita mulai cape gara-gara kebanyakan jalan jadi setelah puas dengan telaga kita jalan balik keluar deh.







liat rekomendasi jalan jalan jogja lainnya disini!

TELAGA WARNA
Dieng, Wonosobo

[JOGJA] KAWAH SIKIDANG

Dari bukit sikunir, perjalanan menuju Kawah Sikidang hanya diperlukan 5 menit saja. Dari kejauhan kita sudah bisa melihat kepulan asap yang menjunjung tinggi. Untuk objek ini tidak ada tiket masuk alias gratis. Ketika datang masih begitu pagi, jadi warung-warung sekitar pintu masuk belum ada yang buka

Kawah Sikidang sendiri terkenal dengan anak anak berambut gimbal dan legendanya, Jaman dahulu disekitar kawah sikidang berdiri sebuah istana megah dengan tinggallah seorang putri cantik bernama Shinta Dewi. Kecantikannya membuat semua lelaki ingin meminangnya. Kemudian ada seorang pangeran kaya raya bernama Kidang Garungan dari negeri jauh mengirim prajurit untuk memberitahukan bahwa dia ingin meminangnya. Mendengar pangeran yang kaya raya itu, Putri Shinta Dewi pun langsung mau menerimanya meskipun tidak pernah bertemu. Berapa hari kemudian pangeran pun datang dengan arak-arakan untuk meminang putri. Betapa kecewa putri ketika mengetahui bahwa Pangeran tersebut bertubuh manusia tapi berkepala Kidang ( atau Kijang). Dia tidak mau menikahinya tapi sudah tidak bisa membatalkan dan putri pun punya ide untuk membatalkan pernikahan nya dengan memberikan syarat untuk membangun sebuah sumur yang besar dalam waktu sehari dengan alasan kekurangan air disekitara daerah itu. Dan Pangeran Kidang menyanggupi itu.Tanpa di ketahui putri, Pangeran tersebut ternyata sakti dan dengan tanduknya yang kuat iya menggali tanah dengan cepat. Putri pun ketakutan karena dengan setengah hari pun sudah mulai terlihat bentuk sumurnya. Lalu putri menugaskan prajuritnya untuk mengubur Pangeran Kidang hidup-hidup. Karena sedang sibuk menggali, Pangeran tidak tau bahwa iya mulai terkubur di lobang yang ia buat sendiri dan akhirnya mati. Tapi sebelum mati, iya mengutuk Putri Shinta Dewi, dan semua keturunannya akan berambut gembel.

Dan bekas galian sumur-sumur itu, lama kelamaan berubah menjadi kawah dan diberi nama Kawah Sikidang. Dan itu juga menjadi asal usul, anak-anak berambut gimbal/ gembel yang tinggal sekitar Kawasan Dieng.







liar rekomendasi jalan-jalan jogja lainnya disini!

KAWAH SIKIDANG
Dieng, Wonosobo

[JOGJA] BEAUTIFUL SUNRISE AT SIKUNIR

Saat mata masih sepat dan jam baru menunjukan waktu Pukul 3.00, morning call pun sudah berbunyi, sangking tradisionalnya yang seharusnya dilakukan dengan telepon, kali ini morning callnya hanya dengan ketukan abang resepsionis dari satu kamar ke kamar lainnya. Setelah bangun kami bergegas cuci muka dan memakai baju dingin! YEY feel so excited to catching sunrise. Disini di Kawasan Dieng sangat terkenal dengan Silver Sunrise ( Matahari terbit perak) yang indah. It's been my second time but still feel as excited as the first one. Pada pukul 3.30, kami sudah komplit di dalam mobil dan bergegas menuju salah satu bukit yang sedang "hits" oleh para turis dalam melihat matahari terbit, BUKIT SIKUNIR. 

Bukit Sikunir sendiri menurut masyarakat lokal berasal dari "kunir" yang berarti kunyit / kuning. Karena Bukit ini selalu berwarna kuning keemasan yang sangat indah saat matahari terbit. 

Setelah perjalanan kurang lebih 1 jam lewat jalan-jalan kecil akhirnya kami sampai di Bukit Sikunir. Ternyata bukit sikunir ini ada biaya masuknya IDR 5,000 / ORANG. BRRRRRRR ketika turun dari mobil, udara super dingin kurang lebih suhu sekitar 5 celcius dengan desiran angin yang cukup kencang. Kami mempercepat langkah dari tempat parkir menuju puncak dimana matahari terbit terlihat, selain karena kedinginan dan karena sudah mau muncul mataharinya karena sudah mulai terlihat warna keorej-an dari antara pepohonan. Perjalanan kurang lebih hanya 15 menit ke atas jika jalan cepat.

Dan tepat pukul 5.10, mataharipun mulai terbit dari antara pegunungan sekitar. God always amazed me!


















Setelah matahari makin terang, kami pun turun cepat karena perut mulai berbunyi dan harus mengunjungi objek wisata lainnya. Tapi apadaya bau gorengan di warung-warung dekat parkiran menghentikan langkah kami. Pop mie, tempe tahu yang baru digoreng, dan segelas kopi menghentikan bunyi perut kami HAHA dan cus! ke objek lain.

liat rekomendasi jalan-jalan jogja lainnya disini!


BUKIT SIKUNIR
Dieng, Wonosobo